Surah Al Munaafiqun: jumlah Ayat: 11


idzaa jaa-aka almunaafiquuna qaaluu nasyhadu innaka larasuulu allaahi waallaahu ya'lamu innaka larasuuluhu waallaa hu yasyhadu inna almunaafiqiina lakaadzibuuna 1. Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar- benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. ittakhadzuu aymaanahum junnatan fashadduu 'an sabiili allaahi innahum saa-a maa kaanuu ya'maluuna 2. Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai [1477 ], lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. [1477 ] Mereka bersumpah bahwa mereka beriman adalah untuk menjaga harta mereka supaya jangan dibunuh atau ditawan atau dirampas hartanya. dzaalika bi-annahum aamanuu tsumma kafaruu fathubi'a 'alaa quluubihim fahum laa yafqahuuna 3. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. wa-idzaa ra-aytahum tu'jibuka ajsaamuhum wa-in yaquuluu tasma' liqawlihim ka-annahum khusyubun musannadatun yah sabuuna kulla shayhatin 'alayhim humu al'aduwwu faihts arhum qaatalahumu allaahu annaa yu/fakuuna 4. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan- akan kayu yang tersandar [1478 ]. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? [1478 ] Mereka diumpamakan seperti kayu yang tersandar, maksudnya untuk menyatakan sifat mereka yang buruk meskipun tubuh mereka bagus- bagus dan mereka pandai berbicara, akan tetapi sebenarnya otak mereka adalah kosong tak dapat memahami kebenaran. wa-idzaa qiila lahum ta'aalaw yastaghfir lakum rasuulu allaahi lawwaw ruuusahum wara- aytahum yash udduuna wahum mustakbiruuna 5. Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri. sawaaun 'alayhim astaghfarta lahum am lam tastaghfir lahum lan yaghfira allaa hu lahum inna allaaha laa yahdii alqawma alfaasiqiina 6. Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. humu alladziina yaquuluuna laa tunfiquu 'alaa man 'inda rasuuli allaahi hattaa yanfadhdhuu walillaahi khazaa-inu alssamaawaati waal-ardhi walaakinna almunaafiqiina laa yafqahuuna 7. Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang- orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)." Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. yaquuluuna la-in raja'naa ilaa almadiinati layukhrijanna al- a'azzu minhaa al-adzalla walillaahi al'izzatu walirasuulihi walilmu/miniina walaakinna almunaafiqiina laa ya'lamuuna 8. Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah [1479 ], benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya." Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu'min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. [1479 ] maksudnya: kembali dari peperangan bani Musthalik. yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tulhikum amwaalukum walaa awlaadukum 'an dzikri allaahi waman yaf'al dzaalika faulaa-ika humu alkhaasiruuna 9. Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak- anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. wa-anfiquu min maa razaqnaakum min qabli an ya/ tiya ahadakumu almawtu fayaquula rabbi lawlaa akhkhartanii ilaa ajalin qariibin fa-ashshaddaqa wa-akun mina alshshaalihiina 10. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" * walan yu-akhkhira allaahu nafsan idzaa jaa-a ajaluhaa waallaahu khabiirun bimaa ta'maluuna 11. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger