Surah Al Qashash: jumlah Ayat: 88


thaa-siin-miim 1. Thaa Siin Miim 1111) 1111). Lihat no. 10. tilka aayaatu alkitaabi almubiini 2. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al- Qur'an) yang nyata (dari Allah). natluu 'alayka min naba-i muusaa wafir'awna bialhaqqi liqawmin yu/minuuna 3. Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman. inna fir'awna 'alaa fii al-ardhi waja'ala ahlahaa syiya'an yastadh'ifu thaa-ifatan minhum yudzabbihu abnaa-ahum wayastahyii nisaa-ahum innahu kaana mina almufsidiina 4. Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka 1112).
Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. 1112). Golongan yang ditindas itu ialah Bani Israil, yang anak-anak laki-laki mereka dibunuh dan anak-anak perempuan mereka dibiarkan hidup. wanuriidu an namunna 'alaa alladziina istudh'ifuu fii al-ardhi wanaj'alahum a-immatan wanaj'alahumu alwaa ritsiina 5. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang- orang yang mewarisi (bumi) 1113) , 1113). Lihat no. 560.
wanumakkina lahum fii al-ardhi wanuriya fir'awna wahaamaana wajunuudahumaa minhum maa kaanuu yahtsaruuna 6. dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu 1114). 1114). Fir'aun selalu khawatir bahwa kerajaannya akan dihancurkan oleh Bani Israil karena itu dia membunuh anak-anak laki-laki yang lahir dalam kalangan Bani Israil. Ayat ini menyatakan bahwa akan terjadi apa yang dikhawatirkannya itu. wa-awhaynaa ilaa ummi muusaa an ardhi'iihi fa-idzaa khifti 'alayhi fa-alqiihi fii alyammi walaa takhaafii walaa tahzanii innaa raadduuhu ilayki wajaa'iluuhu mina almursaliina 7. Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. failtaqathahu aalu fir'awna liyakuuna lahum 'aduwwan wah azanan inna fir'awna wahaamaana wajunuudahumaa kaanuu khaathi-iina 8. Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. waqaalati imra-atu fir'awna qurratu 'aynin lii walaka laa taqtuluuhu 'asaa an yanfa'anaa aw nattakhidzahu waladan wahum laa yasy'uruuna 9. Dan berkatalah isteri Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah- mudahan ia bermanfa'at kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari. wa-ashbaha fu-aadu ummi muusaa faarighan in kaadat latubdii bihi lawlaa an rabathnaa 'alaa qalbihaa litakuuna mina almu/miniina 10. Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa 1115). Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). 1115).
Setelah ibu Musa menghanyutkan Musa di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya lantaran kekhawatiran atas keselamatan Musa bahkan hampir-hampir ia berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri. waqaalat li-ukhtihi qushshiihi fabashurat bihi 'an junubin wahum laa yasy'uruuna 11. Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya, waharramnaa 'alayhi almaraadi'a min qablu faqaalat hal adullukum 'alaa ahli baytin yakfuluunahu lakum wahum lahu naas ihuuna 12. dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan- perempuan yang mau menyusui (nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?". faradadnaahu ilaa ummihi kay taqarra 'aynuhaa walaa tahzana walita'lama anna wa'da allaahi haqqun walaakinna aktsarahum laa ya'lamuuna 13. Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. walammaa balagha asyuddahu waistawaa aataynaahu hukman wa'ilman wakadzaalika najzii almuhsiniina 14. Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. wadakhala almadiinata 'alaa hiini ghaflatin min ahlihaa fawajada fiihaa rajulayni yaqtatilaani haadzaa min syii'atihi wahaadzaa min 'aduwwihi faistaghaatsahu alladzii min syii'atihi 'alaa alladzii min 'aduwwihi fawakazahu muusaa faqadaa 'alayhi qaala haadzaa min 'amali alsysyaythaani innahu 'aduwwun mudhillun mubiinun 15. Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah 1116) , maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "Ini adalah perbuatan syaitan 1117) sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya). 1116).
Maksudnya: tengah hari, di waktu penduduk sedang istirahat. 1117). Maksudnya: Musa menyesal atas kematian orang itu disebabkan pukulannya, karena dia bukanlah bermaksud untuk membunuhnya, hanya semata- mata membela kaumnya. qaala rabbi innii zhalamtu nafsii faighfir lii faghafara lahu innahu huwa alghafuuru alrrah iimu 16. Musa mendo'a: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. qaala rabbi bimaa an'amta 'alayya falan akuuna zhahiiran lilmujrimiina 17. Musa berkata: "Ya Tuhanku, demi ni'mat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa". fa-ashbaha fii almadiinati khaa- ifan yataraqqabu fa-idzaa alladzii istansharahu bial-amsi yastashrikhuhu qaala lahu muusaa innaka laghawiyyun mubiinun 18. Karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: "Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)". falammaa an araada an yabthisya bialladzii huwa 'aduwwun lahumaa qaala yaa muusaa aturiidu an taqtulanii kamaa qatalta nafsan bial-amsi in turiidu illaa an takuuna jabbaaran fii al-ardhi wamaa turiidu an takuuna mina almush lihiina 19. Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata: "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian". wajaa-a rajulun min aqshaa almadiinati yas'aa qaala yaa muusaa inna almala-a ya/ tamiruuna bika liyaqtuluuka faukhruj innii laka mina alnnaas ihiina 20. Dan datanglah seorang laki- laki dari ujung kota bergegas- gegas seraya berkata: "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu". * fakharaja minhaa khaa-ifan yataraqqabu qaala rabbi najjinii mina alqawmi alzhzhaalimiina 21. Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu 1118)
dengan khawatir, dia berdo'a: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". 1118). Maksudnya: merasa sangat khawatir, kalau-kalau ada orang yang menyusul untuk menangkapnya. walammaa tawajjaha tilqaa-a madyana qaala 'asaa rabbii an yahdiyanii sawaa-a alssabiili 22. Dan tatkala ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdo'a (lagi): "Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar". walammaa warada maa-a madyana wajada 'alayhi ummatan mina alnnaa si yasquuna wawajada min duunihimu imra-atayni tadz uudaani qaala maa khathbukumaa qaalataa laa nasqii hattaa yushdira alrri'aau wa-abuunaa syaykhun kabiirun 23. Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya". fasaqaa lahumaa tsumma tawallaa ilaa alzhzhilli faqaala rabbi innii limaa anzalta ilayya min khayrin faqiirun 24. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdo'a: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan 1119) yang Engkau turunkan kepadaku". 1119). Yang dimaksud dengan "Khair" (kebaikan) dalam ayat ini menurut sebagian besar ahli Tafsir ialah "barang sedikit makanan". fajaa-at-hu ihdaahumaa tamsyii 'alaa istihyaa-in qaalat inna abii yad'uuka liyajziyaka ajra maa saqayta lanaa falammaa jaa-ahu waqashsha 'alayhi alqashasha qaala laa takhaf najawta mina alqawmi alzhzhaalimiina 25. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu- maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu". qaalat ihdaahumaa yaa abati ista/jirhu inna khayra mani ista/ jarta alqawiyyu al-amiinu 26. Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya". qaala innii uriidu an unkihaka ihdaa ibnatayya haatayni 'alaa an ta/juranii tsamaaniya hijajin fa-in atmamta 'asyran famin 'indika wamaa uriidu an asyuqqa 'alayka satajidunii in syaa -a allaahu mina alshshaalihiina 27. Berkatalah dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang- orang yang baik". qaala dzaalika baynii wabaynaka ayyamaa al-ajalayni qadhaytu falaa 'udwaana 'alayya waallaahu 'alaa maa naquulu wakiilun 28. Dia (Musa) berkata: "Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan". falammaa qadaa muusaa al- ajala wasaara bi-ahlihi aanasa min jaanibi alththhuuri naaran qaala li-ahlihi umkutsuu innii aanastu naaran la'allii aatiikum minhaa bikhabarin aw jadzwatin mina alnnaari la'allakum tasthaluuna 29. Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung 1120) ia berkata kepada keluarganya: "Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan". 1120).
Setelah Musa a.s. menyelesaikan perjanjian dengan Syu'aib a.s. ia berangkat dengan keluarganya dengan sejumlah kambing yang diberi mertuanya, maka pada suatu malam yang sangat gelap dan dingin Musa a.s. tiba di suatu tempat tetapi setiap beliau menghidupkan api, api itu tidak mau menyala. Hal itu sangat mengherankan Musa maka ia berkata kepada istrinya sebagai tersebut dalam ayat 29.
falammaa ataahaa nuudiya min syaathi-i alwaadi al-aymani fii albuq'ati almubaarakati mina alsysyajarati an yaa muusaa innii anaa allaahu rabbu al'aalamiina 30. Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam 1121). 1121). Di tempat dan di saat itulah Musa a.s. mulai diangkat menjadi rasul. * wa-an alqi 'ashaaka falammaa raaahaa tahtazzu ka-annahaa jaannun wallaa mudbiran walam yu'aqqib yaa muusaa aqbil walaa takhaf innaka mina al- aaminiina 31. dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman. usluk yadaka fii jaybika takhruj baydhaa -a min ghayri suu-in waudhmum ilayka janaahaka mina alrrahbi fadzaanika burhaanaani min rabbika ilaa fir'awna wamala-ihi innahum kaa nuu qawman faasiqiina 32. Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu 1122) , niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan 1123) , maka yang demikian itu adalah dua mu'jizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir'aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik". 1122).
Maksudnya: meletakkan tangan ke dada leher baju. 1123).
Maksudnya: karena Musa merasa takut, Allah memerintahkan untuk mendekapkan tangan ke dadanya agar rasa takut itu hilang. qaala rabbi innii qataltu minhum nafsan fa-akhaafu an yaqtuluuni 33. Musa berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku. wa-akhii haaruunu huwa afshahu minnii lisaanan fa- arsilhu ma'iya rid-an yush addiqunii innii akhaafu an yukadzdzibuuni 34. Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku 1124) , maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku". 1124). Nabi Musa a.s. selain merasa takut kepada Fir'aun juga merasa dirinya kurang lancar berbicara menghadapi Fir'aun. Maka dimohonkannya agar Allah mengutus Harun a.s. bersamanya, yang lebih petah lidahnya. qaala sanasyuddu 'adhudaka bi- akhiika wanaj'alu lakumaa sulthaanan falaa yashiluuna ilaykumaa bi-aayaatinaa antumaa wamani ittaba'akumaa alghaalibuuna 35. Allah berfirman: "Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mu'jizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang. falammaa jaa-ahum muusaa bi- aayaatinaa bayyinaatin qaaluu maa haadzaa illaa sihrun muftaran wamaa sami'naa bihaadzaa fii aabaa-inaa al- awwaliina 36. Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) mu'jizat-mu'jizat Kami yang nyata, mereka berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu". waqaala muusaa rabbii a'lamu biman jaa-a bialhudaa min 'indihi waman takuunu lahu 'aa qibatu alddaari innahu laa yuflihu alzhzhaalimuuna 37. Musa menjawab: "Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang- orang yang zalim". waqaala fir'awnu yaa ayyuhaa almalau maa 'alimtu lakum min ilaahin ghayrii fa-awqid lii yaa haamaanu 'alaa alththhiini faij'al lii sharhan la'allii aththhali'u ilaa ilaahi muusaa wa-innii la- azhunnuhu mina alkaadzibiina 38. Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat 1125)
kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta". 1125). Maksudnya: membuat batu bata. waistakbara huwa wajunuuduhu fii al-ardhi bighayri alhaqqi wazhannuu annahum ilaynaa laa yurja'uuna 39. dan berlaku angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. fa-akhadznaahu wajunuudahu fanabadznaahum fii alyammi faunzhur kayfa kaana 'aaqibatu alzhzhaalimiina 40. Maka Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. * waja'alnaahum a-immatan yad'uuna ilaa alnnaari wayawma alqiyaamati laa yunsharuuna 41. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. wa-atba'naahum fii haadzihi alddunyaa la'natan wayawma alqiyaamati hum mina almaqbuuhiina 42. Dan Kami ikutkanlah la'nat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah). walaqad aataynaa muusaa alkitaaba min ba'di maa ahlaknaa alquruuna al-uulaa bashaa-ira lilnnaasi wahudan warahmatan la'allahum yatadzakkaruuna 43. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al- Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. wamaa kunta bijaanibi algharbiyyi idz qadhaynaa ilaa muusaa al-amra wamaa kunta mina alsysyaahidiina 44. Dan tidaklah kamu (Muhammad) berada di sisi yang sebelah barat 1126) ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan tiada pula kamu termasuk orang-orang yang menyaksikan. 1126).
Maksudnya: di sebelah barat lembah suci "Thuwa"; lihat surat (20) Thaha ayat 12.
walaakinnaa ansya-naa quruunan fatathaawala 'alayhimu al'umuru wamaa kunta tsaawiyan fii ahli madyana tatluu 'alayhim aa yaatinaa walaakinnaa kunnaa mursiliina 45. Tetapi Kami telah mengadakan beberapa generasi, dan berlalulah atas mereka masa yang panjang, dan tiadalah kamu tinggal bersama- sama penduduk Mad-yan dengan membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, tetapi Kami telah mengutus rasul- rasul. wamaa kunta bijaanibi alththhuuri idz naadaynaa walaakin rahmatan min rabbika litundzira qawman maa ataahum min nadziirin min qablika la'allahum yatadz akkaruuna 46. Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat. walawlaa an tushiibahum mushiibatun bimaa qaddamat aydiihim fayaquuluu rabbanaa lawlaa arsalta ilaynaa rasuulan fanattabi'a aayaatika wanakuuna mina almu/miniina 47. Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang- orang mu'min". falammaa jaa-ahumu alhaqqu min 'indinaa qaaluu lawlaa uutiya mitsla maa uutiya muusaa awa lam yakfuruu bimaa uutiya muusaa min qablu qaaluu sihraani tazhaaharaa waqaaluu innaa bikullin kaafiruuna 48. Maka tatkala datang kepada mereka kebenaran 1127) dari sisi Kami, mereka berkata: "Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?". Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata: "Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu membantu". Dan mereka (juga) berkata: "Sesungguhnya kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu". 1127). Yang dimaksud dengan "kebenaran" di sini ialah Al- Qur'an. qul fa/tuu bikitaabin min 'indi allaahi huwa ahdaa minhumaa attabi'hu in kuntum shaadiqiina 49. Katakanlah: "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al-Qur'an) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar". fa-in lam yastajiibuu laka fai'lam annamaa yattabi'uuna ahwaa- ahum waman adhallu mimmani ittaba'a hawaahu bighayri hudan mina allaahi inna allaaha laa yahdii alqawma alzhzhaalimiina 50. Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. * walaqad washshalnaa lahumu alqawla la'allahum yatadz akkaruuna 51. Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran 1128). 1128). Allah s.w.t. menurunkan Al-Qur'an ini bahagian demi bahagian supaya orang kafir Mekah dapat memahaminya dengan baik dan supaya mereka beriman dengannya. alladziina aataynaahumu alkitaaba min qablihi hum bihi yu/minuuna 52. Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al-Qur'an, mereka beriman (pula) dengan Al-Qur'an itu. wa-idzaa yutlaa 'alayhim qaaluu aamannaa bihi innahu alhaqqu min rabbinaa innaa kunnaa min qablihi muslimiina 53. Dan apabila dibacakan (Al- Qur'an itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al- Qur'an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya). ulaa-ika yu/tawna ajrahum marratayni bimaa shabaruu wayadrauuna bialhasanati alssayyi-ata wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna 54. Mereka itu diberi pahala dua kali 1129) disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. 1129).
Mereka diberi pahala dua kali ialah: Kali pertama karena mereka beriman kepada Taurat dan kali yang kedua ialah karena mereka beriman kepada Al- Qur'an. wa-idzaa sami'uu allaghwa a'radhuu 'anhu waqaaluu lanaa a'maalunaa walakum a'maalukum salaamun 'alaykum laa nabtaghii aljaahiliina 55. Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". innaka laa tahdii man ahbabta walaakinna allaaha yahdii man yasyaau wahuwa a'lamu bialmuhtadiina 56. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki- Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. waqaaluu in nattabi'i alhudaa ma'aka nutakhaththhaf min ardhinaa awa lam numakkin lahum haraman aaminan yujbaa ilayhi tsamaraatu kulli syay-in rizqan min ladunnaa walaakinna aktsarahum laa ya'lamuuna 57. Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami". Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. wakam ahlaknaa min qaryatin bathirat ma'iisyatahaa fatilka masaakinuhum lam tuskan min ba'dihim illaa qaliilan wakunnaa nahnu alwaaritsiina 58. Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada di diami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris (nya) 1130). 1130). Maksudnya: sesudah mereka hancur tempat itu sudah kosong dan tidak dimakmurkan lagi, hingga kembalilah ia kepada pemiliknya yang hakiki yaitu Allah. wamaa kaana rabbuka muhlika alquraa hattaa yab'atsa fii ummihaa rasuulan yatluu 'alayhim aayaatinaa wamaa kunnaa muhlikii alquraa illaa wa-ahluhaa zhaalimuuna 59. Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman. wamaa uutiitum min syay-in famataa'u alhayaati alddunyaa waziinatuhaa wamaa 'inda allaahi khayrun wa-abqaa afalaa ta'qiluuna 60. Dan apa saja 1131) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah keni'matan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? 1131).
Maksudnya: hal-hal yang berhubungan dengan duniawi seperti, pangkat kekayaan keturunan dan sebagainya. * afaman wa'adnaahu wa'dan hasanan fahuwa laaqiihi kaman matta'naahu mataa'a alhayaati alddunyaa tsumma huwa yawma alqiyaamati mina almuhdariina 61. Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya keni'matan hidup duniawi 1132) ; kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)? 1132).
Maksudnya: orang yang diberi keni'matan hidup duniawi, tetapi tidak dipergunakannya untuk mencari kebahagiaan hidup di akhirat, karena itu dia di akhirat diseret ke dalam neraka. wayawma yunaadiihim fayaquulu ayna syurakaa-iya alladziina kuntum taz'umuuna 62. Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Di manakah sekutu-kutu-Ku yang dahulu kamu katakan?" qaala alladziina haqqa 'alayhimu alqawlu rabbanaa haaulaa-i alladziina aghwaynaa aghwaynaahum kamaa ghawaynaa tabarra/naa ilayka maa kaanuu iyyaanaa ya'buduuna 63. Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka 1133) ; "Ya Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang kami sesatkan itu; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami (sendiri) sesat 1134) , kami menyatakan berlepas diri (dari mereka) kepada Engkau, mereka sekali- kali tidak menyembah kami". 1133). Maksudnya: mereka yang disekutukan dengan Allah. 1134). Yang dikatakan sekutu Allah itu berkata bahwa mereka menyesatkan pengikut- pengikutnya adalah dengan kemauan pengikut-pengikut itu sendiri, bukan karena paksaan dari pihak mereka, sebagaimana mereka sendiri sesat adalah dengan kemauan mereka pula. waqiila ud'uu syurakaa-akum fada'awhum falam yastajiibuu lahum wara-awuu al'adzaa ba law annahum kaanuu yahtaduuna 64. Dikatakan (kepada mereka) "Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu", lalu mereka menyerunya, maka sekutu- sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk. wayawma yunaadiihim fayaquulu maatsaa ajabtumu almursaliina 65. Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Apakah jawabanmu kepada para rasul?" fa'amiyat 'alayhimu al-anbaau yawma-idzin fahum laa yatasaa- aluuna 66. Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya menanya. fa-ammaa man taaba waaamana wa'amila shaalihan fa'asaa an yakuuna mina almuflihiina 67. Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang- orang yang beruntung. warabbuka yakhluqu maa yasyaau wayakhtaaru maa kaana lahumu alkhiyaratu subhaana allaahi wata'aalaa 'ammaa yusyrikuuna 68. Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka 1135). Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). 1135). Bila Allah telah menentukan sesuatu, maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus menaati dan menerima apa yang telah ditetapkan Allah. warabbuka ya'lamu maa tukinnu shuduuruhum wamaa yu'linuuna 69. Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. wahuwa allaahu laa ilaaha illaa huwa lahu alhamdu fii al-uulaa waal-aakhirati walahu alhukmu wa-ilayhi turja'uuna 70. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada- Nyalah kamu dikembalikan 1136). 1136). Maksudnya: Allah sendirilah yang menentukan segala sesuatu dan ketentuan- ketentuan itu pasti berlaku dan Dia pulalah yang mempunyai kekuasaan yang mutlak. * qul ara-aytum in ja'ala allaahu 'alaykumu allayla sarmadan ilaa yawmi alqiyaamati man ilaahun ghayru allaahi ya/tiikum bidhiyaa-in afalaa tasma'uuna 71. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" qul ara-aytum in ja'ala allaahu 'alaykumu alnnahaara sarmadan ilaa yawmi alqiyaamati man ilaahun ghayru allaahi ya/tiikum bilaylin taskunuuna fiihi afalaa tubshiruuna 72. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" wamin rahmatihi ja'ala lakumu allayla waalnnahaara litaskunuu fiihi walitabtaghuu min fadhlihi wala'allakum tasykuruuna 73. Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. wayawma yunaadiihim fayaquulu ayna syurakaa-iya alladziina kuntum taz'umuuna 74. Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kamu katakan?" wanaza'naa min kulli ummatin syahiidan faqulnaa haatuu burhaanakum fa'alimuu anna alhaqqa lillaahi wadhalla 'anhum maa kaanuu yaftaruuna 75. Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi 1137) , lalu Kami berkata "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu", maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu 1138) kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan. 1137). Yang dimaksud: saksi di sini ialah rasul yang telah diutus kepada mereka waktu di dunia. 1138). Maksudnya: di waktu itu yakinlah mereka, bahwa apa yang telah diterangkan Allah dengan perantaraan rasul-Nya itulah yang benar. inna qaaruuna kaana min qawmi muusaa fabaghaa 'alayhim waaataynaahu mina alkunuuzi maa inna mafaatihahu latanuu- u bial'ushbati ulii alquwwati idz qaala lahu qawmuhu laa tafrah inna allaaha laa yuhibbu alfarihiina 76. Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa 1139) , maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang terlalu membanggakan diri". 1139).
Karun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa a.s. waibtaghi fiimaa aataaka allaahu alddaara al-aakhirata walaa tansa nashiibaka mina alddunyaa wa-ahsin kamaa ahsana allaahu ilayka walaa tabghi alfasaada fii al-ardhi inna allaaha laa yuhibbu almufsidiina 77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni'matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. qaala innamaa uutiituhu 'alaa 'ilmin 'indii awa lam ya'lam anna allaa ha qad ahlaka min qablihi mina alquruuni man huwa asyaddu minhu quwwatan wa- aktsaru jam'an walaa yus-alu 'an dzunuubihimu almujrimuuna 78. Karun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa- dosa mereka. fakharaja 'alaa qawmihi fii ziinatihi qaala alladziina yuriiduuna alhayaata alddunyaa yaa layta lanaa mitsla maa uutiya qaaruunu innahu ladzuu hazhzhin 'azhiimin 79. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya 1140). Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". 1140). Menurut mufassir: Karun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya. waqaala alladziina uutuu al'ilma waylakum tsawaabu allaahi khayrun liman aamana wa'amila shaalihan walaa yulaqqaahaa illaa alshshaabiruuna 80. Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar". * fakhasafnaa bihi wabidaarihi al- ardha famaa kaana lahu min fi- atin yanshuruunahu min duuni allaahi wamaa kaana mina almuntashiriina 81. Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). wa-ashbaha alladziina tamannaw makaanahu bial-amsi yaquuluuna wayka-anna allaaha yabsuthu alrrizqa liman yasyaau min 'ibaadihi wayaqdiru lawlaa an manna allaahu 'alaynaa lakhasafa binaa wayka-annahu laa yuflihu alkaafiruuna 82. Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba- hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (ni'mat Allah)". tilka alddaaru al-aakhiratu naj'aluhaa lilladziina laa yuriiduuna 'uluwwan fii al-ardhi walaa fasaadan waal'aaqibatu lilmuttaqiina 83. Negeri akhirat 1141) itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) 1142) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. 1141). Yang dimaksud kampung akhirat di sini ialah kebahagiaan dan keni'matan di akhirat. 1142). Maksudnya: syurga. man jaa-a bialhasanati falahu khayrun minhaa waman jaa-a bialssayyi-ati falaa yujzaa alladziina 'amiluu alssayyi-aati illaa maa kaanuu ya'maluuna 84. Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang- orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. inna alladzii faradha 'alayka alqur-aana laraadduka ilaa ma'aadin qul rabbii a'lamu man jaa-a bialhudaa waman huwa fii dhalaalin mubiinin 85. Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur'an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali 1143).
Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata". 1143). Yang dimaksud dengan "tempat kembali" di sini ialah kota Mekah. Ini adalah suatu janji dari Tuhan bahwa Nabi Muhammad SAW akan kembali ke Mekah sebagai orang yang menang, dan ini sudah terjadi pada tahun kedelapan hijrah di waktu Nabi menaklukkan Mekah. Ini merupakan suatu mu'jizat bagi Nabi. wamaa kunta tarjuu an yulqaa ilayka alkitaabu illaa rahmatan min rabbika falaa takuunanna zhahiiran lilkaafiriina 86. Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur'an diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu 1144) , sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang- orang kafir. 1144). Maksudnya: "Al-Qur'anulkarim itu diturunkan bukanlah karena Nabi Muhammad SAW mengharap agar diturunkan, melainkan karena rahmat daripada Allah. walaa yashuddunnaka 'an aayaati allaahi ba'da idz unzilat ilayka waud'u ilaa rabbika walaa takuunanna mina almusyrikiina 87. Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali- sekali kamu termasuk orang- orang yang mempersekutukan Tuhan. walaa tad'u ma'a allaahi ilaahan aakhara laa ilaaha illaa huwa kullu syay-in haalikun illaa wajhahu lahu alhukmu wa-ilayhi turja'uuna 88. Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap- tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada- Nyalah kamu dikembalikan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger