Surah Al Hadiid: Jumlah Ayat: 29


sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati waal-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu 1. Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. lahu mulku alssamaawaati waal- ardhi yuhyii wayumiitu wahuwa 'alaa kulli syay-in qadiirun 2. Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. huwa al-awwalu waal-aakhiru waalzhzhaahiru waalbaathinu wahuwa bikulli syay-in 'aliimun 3. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin (1453) ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [1453 ]. Yang dimaksud dengan: "Yang Awal" ialah, yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, "Yang Akhir" ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, "Yang Zhahir" ialah, Yang nyata adanya karena banyak bukti-buktinya dan "Yang Bathin" ialah yang tak dapat digambarkan hikmat zat- Nya oleh akal. huwa alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha fii sittati ayyaamin tsumma istawaa 'alaa al'arsyi ya'lamu maa yaliju fii al-ardhi wamaa yakhruju minhaa wamaa yanzilu mina alssamaa-i wamaa ya'ruju fiihaa wahuwa ma'akum ayna maa kuntum waallaahu bimaa ta'maluuna bashiirun 4. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy (1454) Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya (l455). Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. [1454 ]. Lihat not no. [548 ]. [1455 ]. Yang dimaksud dengan "yang naik kepada-Nya" antara lain amal-amal dan do'a-do'a hamba. lahu mulku alssamaawaati waal- ardhi wa-ilaa allaahi turja'u al- umuuru 5. Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. yuuliju allayla fii alnnahaari wayuuliju alnnahaara fii allayi wahuwa 'aliimun bidzaati alshshuduuri 6. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam (1456). Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. [1456 ]. Yang dimaksud dengan "memasukkan malam ke dalam siang" yang menjadikan malam lebih panjang dari siang, dan "memasukkan siang ke dalam malam" ialah menjadikan siang lebih panjang dari malam. Sebagai yang terjadi pada musim panas dan dingin. aaminuu biallaahi warasuulihi wa-anfiquu mimmaa ja'alakum mustakhlafiina fiihi faalladziina aamanuu minkum wa-anfaquu lahum ajrun kabiirun 7. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya (l457). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. [1457 ]. Yang dimaksud dengan menguasai di sini ialah penguasaan yang bukan secara mutlak. Hak milik pada hakikatnya adalah pada Allah. Manusia menafkahkan hartanya itu haruslah menurut hukum- hukum yang telah disyariatkan Allah. Karena itu tidaklah boleh kikir dan boros. wamaa lakum laa tu/minuuna biallaahi waalrrasuulu yad'uukum litu/minuu birabbikum waqad akhadza miitsaaqakum in kuntum mu/ miniina 8. Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman (l458).
[1458 ]. Yang dimaksud dengan perjanjianmu ialah perjanjian ruh Bani Adam sebelum dilahirkan ke dunia bahwa dia mengakui (naik saksi), bahwa Tuhan-nya ialah Allah, seperti tersebut dalam ayat 172 surat Al A'raaf. huwa alladzii yunazzilu 'alaa 'abdihi aayaatin bayyinaatin liyukhrijakum mina alzhzh ulumaati ilaa alnnuuri wa- inna allaaha bikum larauufun rahiimun 9. Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al-Quraan) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar- benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu. wamaa lakum allaa tunfiquu fii sabiili allaahi walillaahi miiraatsu alssamaawaati waal- ardhi laa yastawii minkum man anfaqa min qabli alfathi waqaatala ulaa-ika a'zhamu darajatan mina alladziina anfaquu min ba'du waqaataluu wakullan wa'ada allaahu alhusnaa waallaahu bimaa ta'maluuna khabiirun 10. Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi? Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang- orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. * man dzaa alladzii yuqridhu allaaha qardhan hasanan fayudaa'ifahu lahu walahu ajrun kariimun 11. Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak. yawma taraa almu/miniina waalmu/minaati yas'aa nuuruhum bayna aydiihim wabi- aymaa nihim busyraakumu alyawma jannaatun tajrii min tahtihaa al-anhaaru khaalidiina fiihaa dzaalika huwa alfawzu al'azhiimu 12. ( yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mu'min laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada meraka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar". yawma yaquulu almunaa fiquuna waalmunaafiqaatu lilladziina aamanuu unzhuruunaa naqtabis min nuurikum qiila irji'uu waraa -akum failtamisuu nuuran fadhuriba baynahum bisuurin lahu baabun baathinuhu fiihi alrrahmatu wazhaahiruhu min qibalihi al'adzaabu 13. Pada hari ketika orang- orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu". Dikatakan (kepada mereka): "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)". Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa. yunaaduunahum alam nakun ma'akum qaaluu balaa walaakinnakum fatantum anfusakum watarabbashtum wairtabtum wagharratkumu al- amaa niyyu hattaa jaa-a amru allaahi wagharrakum biallaahi algharuuru 14. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang- orang mu'min) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. faalyawma laa yu/khadzu minkum fidyatun walaa mina alladziina kafaruu ma/waakumu alnnaaru hiya mawlaakum wabi/sa almashiiru 15. Maka pada hari ini tidak diterima tebusan dari kamu dan tidak pula dari orang-orang kafir. Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan dia adalah sejahat-jahat tempat kembali". alam ya/ni lilladziina aamanuu an takhsya'a quluubuhum lidz ikri allaahi wamaa nazala mina alhaqqi walaa yakuunuu kaalladziina uutuu alkitaaba min qablu fathaala 'alayhimu al- amadu faqasat quluubuhum wakatsiirun minhum faa siquuna 16. Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. i'lamuu anna allaaha yuhyii al- ardha ba'da mawtihaa qad bayyannaa lakumu al-aayaati la'allakum ta'qiluuna 17. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya. inna almushshaddiqiina waalmushshaddiqaati wa- aqradhuu allaaha qardhan hasanan yudaa'afu lahum walahum ajrun kariimun 18. Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. waalladziina aamanuu biallaahi warusulihi ulaa-ika humu alshshiddiiquuna waalsysyuhadaau 'inda rabbihim lahum ajruhum wanuuruhum waalladz iina kafaruu wakadzdzabuu bi-aayaatinaa ulaa-ika ash-haabu aljahiimi 19. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul- Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien (1459) dan orang- orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka. Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni- penghuni neraka. [1459 ]. Lihat not no. [314 ]. i'lamuu annamaa alhayaatu alddunyaa la'ibun walahwun waziinatun watafaakhurun baynakum watakaatsurun fii al- amwaali waal-awlaadi kamatsali ghaytsin a'jaba alkuffaara nabaatuhu tsumma yahiiju fataraahu mushfarran tsumma yakuunu huthaaman wafii al- aakhirati 'adzaabun syadiidun wamaghfiratun mina allaahi waridhwaanun wamaa alhayaatu alddunyaa illaa mataa'u alghuruuri 20. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga- banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. * saabiquu ilaa maghfiratin min rabbikum wajannatin 'ardhuhaa ka'ardhi alssamaa-i waal-ardhi u'iddat lilladziina aamanuu biallaahi warusulihi dzaalika fadhlu allaahi yu/tiihi man yasyaau waallaahu dzuu alfadhli al'azhiimi 21. Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. maa ashaaba min mushiibatin fii al-ardhi walaa fii anfusikum illaa fii kitaabin min qabli an nabra- ahaa inna dzaalika 'alaa allaahi yasiirun 22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. likaylaa ta/saw 'alaa maa faatakum walaa tafrahuu bimaa aataakum waallaahu laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurin 23. ( Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira (1460) terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, [1460 ]. Yang dimaksud dengan terlalu gembira: ialah gembira yang melampaui batas yang menyebabkan kesombongan, ketakaburan dan lupa kepada Allah. alladziina yabkhaluuna waya/ muruuna alnnaasa bialbukhli waman yatawalla fa-inna allaa ha huwa alghaniyyu alhamiidu 24. ( yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah- perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. laqad arsalnaa rusulanaa bialbayyinaati wa-anzalnaa ma'ahumu alkitaaba waalmiizaana liyaquuma alnnaasu bialqisthi wa-anzalnaa alhadiida fiihi ba/sun syadiidun wamanaafi'u lilnnaasi waliya'lama allaahu man yanshuruhu warusulahu bialghaybi inna allaaha qawiyyun 'aziizun 25. Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. walaqad arsalnaa nuuhan wa- ibraahiima waja'alnaa fii dzurriyyatihimaa alnnubuwwata waalkitaaba faminhum muhtadin wakatsiirun minhum faa siquuna 26. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka fasik. tsumma qaffaynaa 'alaa aatsaarihim birusulinaa waqaffaynaa bi'iisaa ibni maryama waaataynaahu al- injiila waja'alnaa fii quluubi alladziina ittaba'uuhu ra/fatan warahmatan warahbaaniyyatan ibtada'uuhaa maa katabnaahaa 'alayhim illaa ibtighaa-a ridhwaani allaahi famaa ra'awhaa haqqa ri'aayatihaa faaataynaa alladziina aamanuu minhum ajrahum wakatsiirun minhum faa siquuna 27. Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul- rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah (1461) padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada- adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang- orang fasik. [1461 ]. Yang dimaksud dengan Rahbaniyah ialah tidak beristeri atau tidak bersuami dan mengurung diri dalam biara. yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaquu allaaha waaaminuu birasuulihi yu/tikum kiflayni min rah matihi wayaj'al lakum nuuran tamsyuuna bihi wayaghfir lakum waallaahu ghafuurun rahiimun 28. Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. li-allaa ya'lama ahlu alkitaabi allaa yaqdiruuna 'alaa syay-in min fadhli allaahi wa-anna alfadhla biyadi allaahi yu/tiihi man yasyaau waallaahu dzuu alfadhli al'azhiimi 29. ( Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger