Soal Uraian HOTS: Interaksi & Dinamika Sosial
Analisis Fenomena: Di era digital, interaksi sosial banyak beralih ke media sosial (interaksi termediasi). Analisislah bagaimana hilangnya kontak fisik dan isyarat non-verbal dalam interaksi digital dapat memengaruhi kualitas empati antarindividu di masyarakat.
Evaluasi Teori: Mengapa imitasi yang bersifat buta (tanpa filter) seringkali dianggap sebagai faktor penghambat bagi kemajuan inovasi dalam suatu dinamika kelompok sosial? Berikan argumen Anda.
Sintesis Solusi: Dalam masyarakat multikultural, sering terjadi konflik akibat perbedaan identitas. Rancanglah sebuah bentuk akomodasi yang paling efektif untuk meredam konflik horisontal antara dua kelompok yang memiliki sejarah pertikaian panjang.
Analisis Kausalitas: Jelaskan bagaimana penemuan teknologi baru (seperti AI) dapat memicu dinamika sosial yang bersifat regresif bagi kelompok pekerja tertentu.
Perbandingan Konsep: Bandingkan efektivitas antara metode arbitrase dan mediasi dalam menyelesaikan konflik sengketa lahan antara perusahaan besar dan warga lokal. Manakah yang lebih menjamin keadilan sosial?
Prediksi Sosial: Jika proses asimilasi dipaksakan oleh kelompok mayoritas terhadap minoritas tanpa adanya toleransi, prediksi apa yang akan terjadi pada struktur stabilitas sosial jangka panjang di negara tersebut?
Kritik Fenomena: Fenomena "bullying" di sekolah merupakan bentuk interaksi disosiatif. Analisislah peran pihak ketiga (bystander) dalam memperkuat atau melemahkan dinamika bullying tersebut.
Hubungan Antarvariabel: Bagaimanakah pengaruh status dan peran sosial seseorang terhadap pola interaksi yang ia bangun dalam sebuah organisasi formal yang hierarkis?
Dilema Sosial: Di satu sisi, kompetisi (persaingan) memicu prestasi. Di sisi lain, kompetisi yang tidak sehat merusak integrasi. Evaluasilah batasan di mana kompetisi berubah dari fungsi positif menjadi destruktif dalam dinamika kelas.
Perspektif Global: Analisislah bagaimana globalisasi budaya menyebabkan terjadinya "akulturasi yang timpang" di mana budaya lokal cenderung tergerus oleh budaya populer Barat.
Studi Kasus: Sebuah komunitas desa awalnya sangat homogen, namun setelah menjadi desa wisata, terjadi perubahan perilaku pada pemudanya. Analisislah faktor internal dan eksternal yang mendorong dinamika sosial tersebut.
Konseptualisasi: Jelaskan mengapa interaksi sosial disebut sebagai syarat utama terjadinya aktivitas sosial dan pembentukan lembaga sosial. Berikan ilustrasi jika interaksi tersebut berhenti.
Analisis Gender: Bagaimana konstruksi sosial mengenai peran gender memengaruhi pola interaksi antara laki-laki dan perempuan di dunia kerja yang didominasi patriarki?
Evaluasi Kebijakan: Pemerintah menerapkan kebijakan social distancing saat pandemi. Analisislah dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut terhadap dinamika solidaritas mekanik di pedesaan.
Logika Sosiologis: Mengapa konflik sosial seringkali disebut sebagai "sisi lain" dari integrasi sosial? Jelaskan kaitan antara keduanya dalam siklus dinamika sosial.
Transformasi Identitas: Analisislah bagaimana identitas seseorang dapat berubah (dinamis) ketika ia berpindah dari kelompok sosial primer (keluarga) ke kelompok sekunder (lingkungan kerja profesional).
Komunikasi Non-Verbal: Dalam interaksi sosial, terkadang terjadi "pesan ganda" (perbedaan antara ucapan dan tindakan). Evaluasilah dampak ketidakkonsistenan ini terhadap tingkat kepercayaan (trust) dalam dinamika kelompok.
Urbanisasi & Dinamika: Bagaimana arus urbanisasi yang tidak terkendali dapat menciptakan disintegrasi sosial di wilayah perkotaan (seperti munculnya daerah kumuh/slum area)?
Kepemimpinan: Evaluasilah gaya kepemimpinan otoriter vs demokratis dalam memengaruhi kecepatan dinamika sosial di sebuah organisasi saat menghadapi krisis.
Integrasi Nasional: Analisislah peran bahasa Indonesia sebagai alat interaksi sosial yang utama dalam menjaga integrasi bangsa di tengah keberagaman suku dan bahasa daerah.

