Soal ulangan pendalaman ipas interaksi sosial kelas x

 

Gemini berkata

Tentu, ini adalah 10 soal esai mendetail mengenai materi Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial. Soal-soal ini dirancang untuk menguji pemahaman konsep yang mendalam, kemampuan analisis, dan kemampuan menghubungkan teori dengan fenomena nyata.


Kumpulan Soal Esai Detail: Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

Bagian 1: Pendalaman Konsep Interaksi Sosial

  1. Analisis Syarat Interaksi: Interaksi sosial tidak dapat terjadi hanya dengan keberadaan fisik dua individu di satu tempat. Soerjono Soekanto menyebutkan adanya syarat mutlak, yaitu kontak sosial dan komunikasi.

    • a. Jelaskan secara rinci perbedaan antara kontak sosial primer dan sekunder, serta berikan contoh situasi di mana kontak sekunder dapat berubah menjadi primer.

    • b. Analisislah apa yang terjadi pada sebuah interaksi jika kontak sosial terjadi tetapi komunikasi gagal (misalnya karena perbedaan bahasa yang ekstrem atau kesalahpahaman interpretasi simbol). Apa dampaknya bagi hubungan sosial kedua pihak?

  2. Faktor Psikologis Pendorong Interaksi: Perilaku manusia dalam berinteraksi seringkali didorong oleh faktor-faktor psikologis seperti imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati.

    • a. Pilihlah dua faktor yang sering dianggap mirip, yaitu Imitasi dan Identifikasi. Jelaskan perbedaan fundamental di antara keduanya dalam hal kedalaman pengaruh terhadap kepribadian individu.

    • b. Berikan contoh konkret bagaimana faktor Sugesti dapat bekerja sangat efektif dalam situasi krisis atau ketidakpastian di masyarakat, dan bagaimana hal ini memengaruhi dinamika kelompok.

  3. Proses Asosiatif (Integrasi): Dalam masyarakat multikultural, proses asosiatif sangat penting untuk menjaga keutuhan.

    • a. Uraikan perbedaan konseptual yang mendalam antara Akulturasi dan Asimilasi. Jelaskan prasyarat apa yang harus dipenuhi agar kedua proses tersebut dapat berjalan damai tanpa menghilangkan identitas asli secara paksa.

    • b. Analisislah peran Akomodasi dalam menyelesaikan ketegangan sosial sebelum mencapai tahap asimilasi atau akulturasi. Berikan contoh bentuk akomodasi (seperti konsiliasi atau arbitrasi) yang pernah diterapkan dalam konflik sosial di Indonesia.

  4. Proses Disosiatif dan Fungsinya: Proses sosial disosiatif (persaingan, kontravensi, dan konflik) sering dipandang negatif.

    • a. Jelaskan posisi Kontravensi sebagai bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Apa ciri-ciri khas dari kontravensi yang membedakannya dari kedua bentuk lainnya?

    • b. Berikan argumen sosiologis (menggunakan perspektif teori konflik, jika mampu) mengapa Konflik tidak selamanya bersifat destruktif, tetapi dalam kondisi tertentu justru diperlukan untuk mendorong perubahan positif dan memperjelas batas-batas kelompok dalam masyarakat.

  5. Interaksi di Era Digital: Teknologi informasi telah mengubah lanskap interaksi sosial manusia secara fundamental.

    • Evaluasilah bagaimana media sosial (sebagai medium interaksi) memengaruhi kualitas komunikasi antarindividu dibandingkan dengan interaksi tatap muka. Analisislah apakah media sosial cenderung memperkuat proses asosiatif (menghubungkan yang jauh) atau justru memperparah proses disosiatif (polarisasi, cyberbullying, penyebaran hoaks) dalam masyarakat modern.

Bagian 2: Pendalaman Konsep Dinamika Sosial

  1. Konsep dan Keterkaitan: Dinamika sosial adalah studi tentang perubahan dalam masyarakat.

    • Definisikan dinamika sosial dan jelaskan hubungannya yang erat dengan Struktur Sosial (seperti lembaga sosial, kelompok sosial, dan stratifikasi sosial). Bagaimana perubahan pada salah satu unsur struktur sosial (misalnya, perubahan dalam lembaga pendidikan) dapat memicu dinamika sosial yang lebih luas di sektor lain (ekonomi atau keluarga)?

  2. Faktor Pendorong Internal dan Eksternal: Perubahan dalam masyarakat tidak terjadi di ruang hampa, melainkan didorong oleh berbagai faktor.

    • a. Analisislah bagaimana faktor internal berupa Demografi (misalnya, fenomena "Bonus Demografi" di mana penduduk usia produktif lebih banyak) dapat menjadi pisau bermata dua: menjadi pendorong kemajuan ekonomi yang pesat atau justru menjadi sumber pengangguran massal dan konflik sosial.

    • b. Jelaskan bagaimana faktor eksternal berupa Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain melalui globalisasi dapat menyebabkan dinamika sosial yang bersifat regress (kemunduran) bagi masyarakat lokal tertentu yang tidak siap.

  3. Bentuk Perubahan: Evolusi vs Revolusi: Masyarakat berubah dengan kecepatan yang berbeda-beda.

    • Bandingkan secara komprehensif antara perubahan sosial yang bersifat Evolusioner dan Revolusioner. Tinjau dari aspek: (1) Kecepatan waktu, (2) Skala dampak pada sendi-sendi pokok kehidupan, dan (3) Kesiapan psikologis masyarakat dalam menerimanya. Berikan satu contoh historis untuk masing-masing bentuk perubahan tersebut untuk memperkuat analisis Anda.

  4. Dampak Dinamika Sosial: Cultural Lag: William F. Ogburn memperkenalkan konsep Cultural Lag (ketertinggalan budaya) untuk menjelaskan ketidakseimbangan dalam dinamika sosial.

    • Jelaskan secara rinci mekanisme terjadinya cultural lag. Mengapa kebudayaan material (teknologi, benda fisik) cenderung berubah lebih cepat daripada kebudayaan non-material (nilai, norma, cara berpikir)? Berikan contoh fenomena cultural lag yang nyata terjadi di masyarakat Indonesia saat ini akibat kemajuan teknologi digital.

  5. Mobilitas Sosial sebagai Dinamika: Mobilitas sosial merupakan salah satu manifestasi paling jelas dari dinamika sosial dalam struktur stratifikasi.

    • Jelaskan peran Saluran-saluran Mobilitas Sosial (seperti lembaga pendidikan, organisasi ekonomi, dan angkatan bersenjata) dalam masyarakat yang menganut sistem stratifikasi terbuka. Analisislah mengapa dalam masyarakat modern, pendidikan dianggap sebagai social elevator (eskalator sosial) yang paling efektif untuk mendorong dinamika sosial vertikal naik, namun di sisi lain juga bisa menjadi sarana melanggengkan ketimpangan jika aksesnya tidak merata.

Soal ulangan harian 1 Mapel KIK (Prakarya) kelas XI TPK 2

 Kerjakan Soal dibawah ini dengan benar

1. Jelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan analisislah mengapa HAKI sangat penting bagi seorang wirausahawan yang baru menciptakan produk inovatif!

2. Terdapat berbagai jenis HAKI di Indonesia. Uraikan perbedaan mendasar antara Hak Cipta, Paten, dan Merek. Berikan masing-masing satu contoh konkret produk atau karya yang dilindungi oleh ketiga jenis HAKI tersebut!

3. Dalam pengembangan produk baru, pembuatan prototype adalah tahap yang krusial. Definisikan apa itu prototype dan sebutkan tiga (3) tujuan utama mengapa seorang wirausaha harus membuat prototype sebelum melakukan produksi massal!

4. Biaya produksi adalah pondasi dalam menentukan harga jual. Sebutkan dan jelaskan tiga (3) komponen utama yang membentuk struktur biaya produksi!

5. Studi Kasus Perhitungan: Sebuah usaha mikro bernama "Keripik Inovatif" memproduksi 500 bungkus keripik dalam satu siklus produksi. Rincian biayanya adalah sebagai berikut:

  • Biaya bahan baku singkong dan bumbu: Rp 1.500.000

  • Biaya tenaga kerja langsung (upah 2 karyawan): Rp 1.000.000

  • Biaya kemasan, listrik, dan gas (Overhead): Rp 500.000 Berdasarkan data di atas, hitunglah total biaya produksi dan Harga Pokok Produksi (HPP) per bungkusnya!

  • 6. Produksi massal sering menjadi tujuan akhir sebuah inovasi produk. Jelaskan pengertian dari produksi massal dan uraikan empat (4) ciri-ciri utamanya!

  • 7. Menerapkan sistem produksi massal memiliki dampak positif dan negatif. Lakukan analisis SWOT sederhana (hanya pada aspek Strength/Kekuatan dan Weakness/Kelemahan) mengenai penerapan sistem produksi massal bagi sebuah perusahaan!

  • 8. Agar produksi massal berjalan lancar, diperlukan perencanaan yang matang. Sebutkan lima (5) faktor atau aspek yang harus dipertimbangkan dalam menyusun perencanaan produksi massal!

  • 9. Dalam proses produksi dikenal istilah line balancing (keseimbangan lintasan). Jelaskan apa yang dimaksud dengan line balancing dan apa tujuannya dalam alur produksi massal!

  • 10. Sebelum diluncurkan ke pasar secara luas, produk harus melalui tahap pengujian. Mengapa pengujian produk (product testing) sangat penting dan risiko apa yang mungkin terjadi jika tahap ini dilewatkan?

  • 11. Pengujian produk dapat dibagi menjadi pengujian teknis dan pengujian preferensi/pasar. Jelaskan perbedaan antara kedua jenis pengujian tersebut dan informasi apa yang ingin didapatkan dari masing-masing pengujian!

  • 12. Di Indonesia, kita mengenal SNI (Standar Nasional Indonesia). Jelaskan peran SNI dalam kaitannya dengan kualitas produk dan perlindungan konsumen!

  • 13. Kualitas produk harus dijaga dari awal hingga akhir. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Pengendalian Mutu (Quality Control) dan pada tahapan mana saja dalam proses produksi pengendalian mutu sebaiknya dilakukan?

  • 14. Sebuah produk inovatif telah berhasil diproduksi massal dan dipasarkan. Namun, sebagai wirausaha, proses tidak berhenti di situ. Uraikan aspek-aspek apa saja yang perlu dievaluasi dari kinerja produk tersebut setelah berada di tangan konsumen selama beberapa bulan!

  •  
    Powered by Blogger